Ayat Kursi Untuk Mengembalikan Santet Pada Pelakunya

Ayat Kursi Untuk Mengembalikan Santet Pada Pelakunya – Santet adalah kependekan dari ‘mesisan benthet’ atau ‘mesisan kanthet’ yang merupakan upaya untuk mencelakai seseorang dari jarak jauh dengan menggunakan ilmu hitam. Istilah santet berasal dari Jawa Timur. Di Jawa Barat dan Banten, santet punya sebutan lain, yakni teluh, ganggoang, atau sogna. Di Jawa tengah dikenal dengan tenung, di Bali disebut desti atau tenang jana, dan di Sumatera Barat disebut biring atau tinggam.

Mengutip buku The Secret of Santet oleh Masruri, santet biasanya bertujuan untuk membuat korbannya sengsara, miskin, sakit, atau bahkan tewas. Santet biasanya juga dilakukan untuk memikat seseorang dengan guna-guna atau pelet.

Sebagai seorang Muslim, kita harus selalu menjaga diri agar terhindar dari gangguan ilmu sihir. Caranya adalah dengan terus mendekatkan diri kepada Allah. Jika mulai merasa ada gangguan, segera panjatkan doa agar dapat menjadi senjata untuk menghilangkan santet. Lantas, seperti apakah doa menghilangkan santet dari tubuh?

Doa Menghilangkan Santet dari Tubuh

Berikut adalah doa keselamatan untuk mencegah dan menghilangkan santet berdasarkan hadist yang diriwayatkan Bukhari.
A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min kulli syaithonin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin.
Artinya: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari dari godaan setan, binatang beracun dan dari pengaruh ‘ain yang buruk.

Ayat Kursi Untuk Mengembalikan Santet

Membaca ayat-ayat Alquran sebagai berikut:

  • Al-Fatihah
  • Tiga surat terakhir dari Alqurann (Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, Surat An-Nas)
  • Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)

Di samping itu, hafalkan doa-doa di bawah ini dan ucapkan tiga kali atau lebih di pagi dan sore hari: “Bismillahilladzi la yadurru maa ismihi shay’un fil-ardi wa la fis-sama’i wa huwas-samiul-`alim” (Dengan nama Allah; yang bersama nama-Nya tidak celaka sesuatupun yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).

  • Hasbiyallahu la ilaha illa huwa alayhi tawakkaltu wahuwa rabbul-arshil-`azhim (Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung).
  • Allaahumma inni audzu bika min hamazatish-shayatin wa audzu bika rabbi an yahdurun (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan setan dan aku berlindung kepada-Mu dari segala gangguan setan yang mendatangiku).
  • Audzu biizzatillahi wa qudratihi mimma ajidu wa uhadhiru (Aku berlindung dengan kekuatan Allah dan kehendak-Nya dari sakit dan nyeri yang aku alami).

Perlu diingat bahwa doa dan zikir akan membawa manfaat jika itu datang dari hati yang lurus dan yakin kepada Allah SWT, dengan demikian maka kita akan menaruh segala pengharapan dan doa kita hanya kepada Allah yang Maha Kuat lagi Maha Berkuasa.

 

 45 total views,  3 views today