Akar Mimang Meredakan Kerusuhan SARA

Akar Mimang Meredakan Kerusuhan

Saya sutiyoso dari Semarang, Jawa Tengah. Pada tahun 2012 saya ada masalah dengan suku asli di tempat saya bertugas di luar Jawa. Jika masalah itu tidak segera terselesaikan, dikhawatirkan bisa menimbulkan kerusuhan berbau SARA yang semakin merajalela. Sebagai upaya pencegahan, saya datang ke kediaman Mas Azye di Kudus. Setelah mengisahkan apa yang saya alami, permasalahan saya, akhirnya saya diberi  akar mimang seukuran uang logam untuk ditanam di dalam tanah dilokasi yang rawan akan kerusuhan tersebut dan perlu dilindungi.

Keanehan mulai terjadi ketika saya membawa akar mimang ini. Ada yang aneh dengan akar mimang itu. Ketika saya dalam perjalanan dengan bus antar provinsi, ketika bus masuk gerbang tol Surabaya, bus berputar-putar selalu salah jalan ketika mau mencari jalan keluar yang di inginkan. Akhirnya Keluar masuk tol lagi. Dalam  pembicaraan terdengar sopir dan awak bus yang tiba-tiba bingung seakan-akan lupa akan tujuan.

Selanjutnya, sesampai di daerah tempat saya bertugas, akar mimang itu saya belah empat potong lalu saya tanam pada empat sudut lokasi yang saya kehendaki supaya aman dari gangguan warga. Hasilnya? Sungguh luar biasa! ternyata Akar Mimang Meredakan Kerusuhan. Sejak itu suasana yang biasanya rusuh pun tak lagi terjadi. Desa yang saya tanami akar mimang itu tiba-tiba hening, tidak ada lagi kerusuhan antar warga maupun antar desa yang selama ini terjadi hampir setiap hari.

Sutiyoso, dinas di KanDepag

Email : yoso******@gmail.com

 

416 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini